Kamis, 19 Juni 2014

FJA DAN PAQ



1.      Functional Job Analysis (FJA)
 Functional job analysis (FJA) merupakan hasil dari riset penelitian dibawah naungan layanan pelatihan dan penyaluran kerja Amerika Serikat. Tujuannya yaitu untuk mengklasifikasikan pekerjaan yang telah didefinisikan oleh edisi awal dari Dictionary of Occupational Titles (DOT) atau Kamus Gelar Jabatan. FJA menyediakan deskripsi kerja dalam hal data, orang, dan peralatan. Untuk itu FJA berasumsi :
Untuk berbagai derajat, semua pekerjaan terkait dengan data, orang, dan peralatan. Sangat penting untuk membuat perbedaan antara apa yang diselesaikan dan apa yang harus dilakukan pemegang jabatan untuk membuat segala sesuatunya selesai.
Sumber daya mental terbiasa dengan menggambarkan data, sumber daya interpersonal terbiasa dengan orang banyak, sumber daya fisik adalah teraplikasi dengan peralatan.
Setiap fungsi yang dilakukan pada gambaran kerja pada kisaran talenta pekerja, dan keahlian untuk melaksanakan tugas kerja. Satu lagi keuntungan dari FJA adalah bahwa setiap jenis pekerjaan mempunyai skor kuantitatif. Sehingga, pekerjaan bisa diatur untuk kompensasi atau  tujuan manajemen sumber daya manusia yang lain karena pekerjaan dengan tingkatan yang sama diasumsikan sama dengan lainnya

2.      Position Analysis Questionnaire (PAQ)
 Kuesioner terstruktur untuk penilaian kerja secara kuantitatif telah dikembangkan oleh peneliti pada Universitas Purdue yang disebut sebagai Position Analysis Questionnaire (PAQ). Analisis Posisi kuesioner (PAQ) merupakan sebuah kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif mengenai tugas dan tanggung jawab berbagai pekerjaan. Merupakan elemen dasar yang mungkin atau mungkin tidak memainkan peran penting dalam pekerjaan. Pekerjaan analis memutuskan item masing-masing memainkan peran dan jika demikian sampai sejauh mana. Sebagai contoh, bahan tertulis yang diterima peringkat empat, menunjukkan bahwa bahan tertulis (seperti buku, laporan, dan catatan kantor) memainkan peran yang cukup besar dalam pekerjaan.
Karena kuesioner membutuhkan pengalaman yang cukup dan tingkat pemahaman membaca yang tinggi untuk menyelesaikannya, isinya biasa dilakukan oleh analis pekerjaan yang sudah ditraining. Terdapat 194 butir yang terdapat pada PAQ, dan diklasifikasikan menjadi 6 bagian yaitu:
  • Input informasi, yaitu tempat dan cara pemegang jabatan mendapat informasi.
  • Proses mental, yaitu alasan dilakukannya proses pembuatan keputusan dan perencanaan untuk melaksanakan pekerjaan.
  • Output kerja, yaitu aktifitas fisik dan peralatan yang digunakan untuk bekerja.
  • Relasi dengan orang lain. Relasi yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah pekerjaan.
  • Kontak kerja. Dalam konteks sosial dan fisik, pekerjaan yang dilakukan.
  • Karakteristik pekerjaan lain. Sudah atau tidaknya aktifitas, kondisi, atau karakteristik yang lain selain yang disebutkan pada poin 1-5 yang masih relevan.
Program terkomputerisasi tersedia untuk penilaian peringkat PAQ pada dasar tujuh dimensi  pembuatan keputusan, komunikasi, tanggung jawab sosial, melaksanakan aktivitas keterampilan, aktif secara fisik, pengoperasian kendaraan dan atau peralatan, dan pengolahan informasi.
Dengan kata lain, hal itu memungkinkan penetapan nilai kuantitatif untuk setiap pekerjaan berdasarkan tujuh dimensi tersebut. Karena itu hasil PAQ dapat digunakan untuk kuantitatif membandingkan satu sama lain dan kemudian menetapkan tingkat gaji untuk setiap pekerjaan.
Penilaian ini memungkinkan pengembangan profil untuk kerja yang teranalisis dan perbandingan antara pekerjaan. Seperti teknik analisis kerja lainnya,  PAQ memiliki kelebihan dan kekurangan. Satu dari keuntungan terbesarnya adalah PAQ sudah banyak digunakan dan sudah diteliti. Kerugiannya adalah waktu yang dibutuhkan terlalu lama. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk menyelesaikannya. Ditambah lagi, selama tidak ada penjelasan aktifitas kerja yang spesifik, perilaku aktifitas dalam kerja bisa saja terputar balik dengan tugas yang aktual dalam kerja. Sebagai contoh kerja juru ketik, penari perut, atau hip-hop dancer mungkin terlihat sama saja selama terlibat dengan gerak motorik. Jika ini benar, maka PAQ bisa jadi sedikit lebih unggul daripada pengetahuan umum tentang kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar