Kamis, 19 Juni 2014

Anak Berkebutuhan Khusus



Berdasarkan pengertian para ahli, anak berkebutuhan khusus ialah :


Anak yang memiliki perbedaan dalam fungsi kemanusiaannya (Suran & Rizzo)

Anak yang membutuhkan  pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan kemanusiaannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi - Mangunsong:2009

 
Beberapa istilah dalam Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) :
Dissability : Berkurang atau hilangnya fungsi organ. Biasanya disebut dengan ‘impairment’.

Handicap : Masalah atau dampak dari kerusakan (disability) yang dialam,mi oleh individu ketika berinteraksi dengan lingkungan.

At Risk : meskipuntidak teridentifikasi memiliki kerusakan namun berpeluang mengalami hambatan atau masalah tertentu.


Pendidikan luar biasa adalah instruksi yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan dari siswa berkebutuhan khusus.

Tingkatan anak berkebutuhan khusus :
ü  Mild : Kondisi di mana anak memiliki kesetaraan kognitif setara dengan kelas 6 SD
ü   
Moderate : Kondisi di mana anak mampu latih kognitif rebih rendah daripada Mild (akademis tidak memungkinkan).

ü  Saphire : Kondisi di mana anak dikategorikan sebagai bayi besar, mengutamakan kemandirian dan stimulus orang tua harus bagus.

Tujuan Pendidikan Khusus
1.      Mengembangkan kepribadian anak (kehidupan pribadi)
2.      Mengembangkan hubungan masyarakat
3.      Mempersiapkan keterampila sebagai bekal
4.      Mempersiapkan anak didik dan siswa untuk mengikuti pendidikan lanjutan


Model penyelenggaraan pendidikan
1.      Segresi
Jenisnya TKLB , SDLB, SMPLB, SMALB

Beberapa jenis SLB :

1.      SLB A : Tuna Netra (Ketidakmampuan Visual)
2.      SLB B : Tuna Rungu (Ketidakmampuan Audio)
3.      SLB C : Tuna Grahita (Retardasi Mental)
4.      SLB D : Tuna Daksa (Ketidakmampuan Fisik)
Untuk kasus anak ‘multiple’, ,minimal dididik untuk mandiri .


Kelemahan:
            Anak cenderung terisolasi sehingga kehilangan kesempatan untuk berinteraksi. Cenderung manja, karena segala fasilitas sekolah khusus untuk dirinya.

2.      Integrasi
·         Anak berkebutuhan khusus diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan anak normal di sekolah reguler. 
·         Bentuk interaksi bermacam-macam :
-          Integrasi dalam area tertentu
-          Berada dalam suatu kompleks sekolah
-          Memiliki jadwal istirahat sama tetapi kegiatan berbeda
-          Sesekali bergabung dengan reguler
-          Inklusi

3.      Inklusi
·         Stauk dan Peek (1995) mengemukakan bahwa pendidikan inklusi adalah penempatan anak berkelainan secara penuh dalam di dalam kelas reguler·         Saven-Sherina (O’Neil, 1995) menyatakan bahwa pendidikan inklusif sebagai sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan sistem agar semua masyarakat mendukung kebutuhan khusus.
 
Diagnosis Keluarbiasaan :
ü  Sebagai bahan perhatian:
Sikap professional dari orang yang melakukan identifikasi harus jelas dan tidak hanya fokus klasifikasi
ü  Ada dampak positif dan negatif
Untuk dampak positif, anak yang memiliki adaptasi bagus, maka anak-anak akan mendapat pengakuan. 
Untuk dampak negatif, anak mendapat label negatif dan lingkungan sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar